Langsung ke konten

Terbit 4 menit baca

Cara mengatasi kulit kusam: eksfoliasi yang aman dan rutinitas untuk kulit lebih cerah

Kenapa kulit tampak kusam, cara eksfoliasi yang aman di rumah, hal yang harus dihindari, dan contoh analisa asli dari Kira.

Botol serum, potongan jeruk, spons konjac, dan kain linen di atas nampan marmer, ilustrasi cara mengatasi kulit kusam
Di artikel ini

Cara mengatasi kulit kusam sering dimulai dari eksfoliasi, yaitu mengangkat sel kulit mati di lapisan terluar kulit. Tapi menurut dermatolog dari American Academy of Dermatology (AAD), eksfoliasi tidak cocok untuk semua orang, dan kalau dilakukan dengan cara yang salah justru bisa merusak kulit, membuatnya kemerahan, atau memicu jerawat.

Artikel ini membahas cara memilih metode eksfoliasi sesuai jenis kulit, langkah eksfoliasi yang aman, hal yang perlu dihindari, dan contoh analisa asli dari Kira.

Dua jenis eksfoliasi

  • Eksfoliasi mekanis memakai alat seperti sikat, pad, spons, atau scrub untuk mengangkat sel kulit mati secara fisik.
  • Eksfoliasi kimia memakai bahan seperti alpha hydroxy acid (AHA) dan beta hydroxy acid (BHA) untuk melarutkan sel kulit mati.

Pilihan metodenya sebaiknya mengikuti jenis kulit. Menurut AAD, kulit kering, sensitif, atau berjerawat lebih cocok dengan waslap dan eksfolian kimia yang ringan, karena eksfoliasi mekanis bisa terlalu mengiritasi. Kulit berminyak dan lebih tebal biasanya lebih tahan terhadap eksfolian kimia yang lebih kuat atau eksfoliasi mekanis.

Untuk kulit sawo matang atau lebih gelap, AAD menyarankan menghindari eksfoliasi kimia maupun mekanis yang kuat, terutama kalau kulitmu mudah meninggalkan noda gelap setelah jerawat, gigitan serangga, atau luka bakar. Eksfoliasi yang terlalu agresif bisa justru menambah noda gelap.

Langkah eksfoliasi yang aman di rumah

Langkah eksfoliasi yang aman di rumah: sesuaikan jenis kulit, gerakan melingkar lembut sekitar 30 detik, bilas air hangat, dan langsung pakai pelembap
  1. Cek skincare yang sedang dipakai. Obat resep atau produk dengan retinol dan benzoyl peroxide bisa membuat kulit lebih sensitif. Eksfoliasi bersamaan dengan produk ini bisa memperparah kulit kering atau memicu jerawat.
  2. Pilih metode sesuai jenis kulit, seperti dijelaskan di atas.
  3. Lakukan dengan lembut. Oleskan scrub atau eksfolian kimia dengan gerakan melingkar kecil sekitar 30 detik, lalu bilas dengan air hangat, bukan air panas. Kalau memakai sikat atau spons, pakai sapuan pendek yang ringan.
  4. Langsung pakai pelembap. Eksfoliasi bisa membuat kulit kering, jadi segera oleskan pelembap setelahnya.
  5. Temukan jadwal yang pas. Makin kuat metodenya, makin jarang perlu dilakukan. Jangan berlebihan, karena eksfoliasi berlebih bisa membuat kulit merah dan iritasi.

Yang harus dihindari saat eksfoliasi

Hal yang dihindari saat eksfoliasi: terlalu sering, scrub keras di kulit gelap, saat kulit terbakar matahari, di atas luka terbuka, bersamaan retinol tanpa saran, dan bilas dengan air panas
  • Jangan eksfoliasi saat ada luka terbuka atau saat kulit sedang terbakar matahari.
  • Jangan memakai air panas untuk membilas.
  • Jangan eksfoliasi terlalu sering. Kulit yang merah dan perih adalah tanda eksfoliasi berlebihan.

Kulit kusam juga sering berkaitan dengan paparan matahari dan noda gelap. Lindungi kulit dengan sunscreen yang dipakai dengan benar, dan kalau yang terlihat adalah bercak gelap, baca cara menghilangkan flek hitam.

Contoh analisa kulit kusam dari Kira

Berikut hasil asli Kira untuk pertanyaan “kulit saya kusam, gimana biar cerah lagi?”. Kira membaca kondisi kulit dari selfie, lalu menyusun rutinitas beserta kandungan yang dicari dan dihindari.

Catatan: Kira menyebut scrub sebagai salah satu pilihan eksfoliasi. Kalau kulitmu sensitif, berjerawat, atau sawo matang dan mudah meninggalkan noda gelap, AAD menyarankan memilih eksfolian kimia yang ringan dan menghindari scrub yang keras.

Kapan perlu ke dokter kulit?

Kalau kamu belum yakin jenis kulitmu atau ragu apakah eksfoliasi cocok, AAD menyarankan konsultasi ke dokter kulit. Dokter bisa memeriksa kulitmu dan membantu menentukan apakah eksfoliasi memang bermanfaat untukmu.

Tanya Kira soal kulit kusammu

Kirim selfie dengan cahaya alami ke Kira di WhatsApp. Kira membaca kecerahan dan tekstur kulitmu, lalu menyusun rutinitas pagi dan malam dengan kandungan yang dicari dan dihindari. Lihat contoh hasil kulit kusam.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara mengatasi kulit kusam?

Eksfoliasi yang tepat bisa membantu mengangkat sel kulit mati. Menurut AAD, pilih metode sesuai jenis kulit, oleskan dengan gerakan lembut sekitar 30 detik, bilas dengan air hangat, lalu langsung pakai pelembap. Jangan berlebihan, dan lindungi kulit dengan sunscreen setiap hari.

Seberapa sering sebaiknya eksfoliasi?

Tergantung jenis kulit dan metodenya. Menurut AAD, makin kuat metode eksfoliasinya, makin jarang perlu dilakukan. Hati-hati agar tidak berlebihan, karena eksfoliasi terlalu sering bisa membuat kulit merah dan iritasi. Kalau ragu, konsultasikan ke dokter kulit.

Apakah kulit sawo matang boleh memakai scrub?

Sebaiknya hati-hati. AAD menyarankan menghindari eksfoliasi kimia maupun mekanis yang kuat untuk kulit gelap, terutama yang mudah meninggalkan noda gelap setelah jerawat atau luka. Eksfoliasi yang terlalu agresif bisa justru menambah noda gelap pada kulit.

Bolehkah eksfoliasi saat memakai retinol?

Perlu hati-hati. Menurut AAD, obat resep dan produk dengan retinol atau benzoyl peroxide bisa membuat kulit lebih sensitif atau mengelupas. Eksfoliasi bersamaan dengan produk ini bisa memperparah kulit kering atau memicu jerawat, jadi tanyakan dulu ke dokter kulit.

Sumber

Fakta di artikel ini merujuk ke sumber berikut.

  • Skincare
  • Kulit kusam
  • Eksfoliasi
  • Sunscreen
Kembali ke semua artikel

Artikel lainnya

Mau tahu yang cocok untuk wajahmu?

Kirim satu selfie ke Kira di WhatsApp. Gratis 5 konsultasi dan 1 preview gambar setiap hari, tanpa aplikasi dan tanpa daftar akun.